Pesona Indonesiaku di Ancol Gempita Festival 2017

Jakarta, mediaempatbelas.com –Menyambut malam pergantian tahun baru 2017 menuju 2018, Taman Impian Jaya Ancol telah menyiapkan berbagai sajian hiburan spektakuler yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung Ancol.

Berbagai acara hiburan kali ini ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, suguhan beragam musik yang dipadukan dengan budaya Nusantara kental disajikan pada malam pergantian tahun tersebut. Bertajuk Pesona Indonesiaku, pengunjung dapat menikmati sajian budaya Nusantara.

Pagelaran seni dan budaya tersebut akan digelar di beberapa titik antara lain :
• Area Pasar Seni akan ditampilkan Budaya Betawi berupa Pameran Seni KICIR KICIR, Lenong, Lawak, Tari Betawi, dan penampilan Sang Bango Band
• Area Taman Lumba-Lumba akan dipentaskan Budaya Kalimantan dan Sumatra yaitu Tari Saman dan Tari Kalimantan.
• Sedangkan di area Pantai Lagoon, akan ditampilkan Budaya Bali dan Indonesia Timur seperti Tari Kecak, Tari Bondres – Bali, Tari Papua, Tari
Maumere.
• Untuk area Monumen Ancol akan di tampilkan Budaya Jawa Timur yaitu Reog Ponorogo.

Sembari menikmati hiburan musik dan pertunjukkan budaya, akan terasa semakin menyenangkan karena pengunjung juga akan disuguhkan festival kuliner dan bazar di setiap lokasi pertunjukan.
Sementara untuk panggung hiburan akan di pusatkan di Pantai Carnaval dan Pantai Lagoon. Ancol management kembali bekerjasama dengan SCTV dalam menggelar panggung musik Gempita kali ini di Pantai Carnaval yang dimeriahkan oleh sejumlah musisi ternama seperti Setia Band, Wali, Armada, Kotak, Five M, Siti Badriah, Uci Sucita, Duo Anggrek, Bebiyz, Moza Kirana dan masih banyak lagi. Konser musik ini dimulai pada pukul 7 malam sampai pergantian tahun. Selain diajak bernyanyi, pengunjung juga akan menyaksikan pertunjukan pesta kembang api.

“SCTV merasa bangga dapat menjadi bagian dalam momen pergantian tahun di Ancol yang kemeriahannya dapat dirasakan sekali dalam setahun. Diharapkan kehadiran Gempita
2017 ini dapat dirasakan oleh seluruh pemirsa SCTV dan menjadi momen pembuka di awal tahun baru 2018 yang berkesan bagi seluruh masyarakat di Indonesia.” Tutur David Setiawan Suwarto, Deputy Director Programming SCTV kepada awak media.

Selain Pantai Carnaval, pertunjukan musik dapat dinikmati juga di floating stage Pantai Lagoon yang menampilkan LED dance dan percussions, serta menghadirkan penyanyi Edo Kondologit dan pada puncaknya yaitu malam pergantian tahun akan ditutup dengan Musical Fireworks berdurasi 15 menit. Tidak hanya di Pantai Carnaval dan Pantai Lagoon, pesta kembang api ini dapat disaksikan di sepanjang pantai Ancol.

“Paduan seni, musik serta pesta kembang api ini kami hadirkan untuk meriahkan malam pergantian tahun yang tak terlupakan. Karena Ancol ingin menghadirkan sajian hiburan yang juga mendidik serta melestarikan budaya Nusantara” ujar C.Paul Tehusijarana, Direktur Utama Taman Impian Jaya Ancol.

Untuk mendukung agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik dan nyaman, Manajemen telah menyiapkan sarana dan prasarana ekstra serta menambah personel gabungan yang terdiri dari keamanan Pramuka, Satpol PP, Polri, TNI, Kebersihan, petugas pintu gerbang, lifeguard, P3K hingga tour guide di Bus Wara Wiri dan kereta Sato-sato dengan total personil sekitar 4.900 orang.

Manajemen juga melakukan penambahan sarana toilet, musholla dan P3K yang tersebar di seluruh area Taman Impian Jaya Ancol.

“Kami mempersiapkan yang terbaik untuk pengunjung yang akan menghabiskan malam tahun baru di Ancol supaya pengunjung dapat menikmati malam pergantian tahun dengan aman, nyaman dan berkesan” imbuh Paul. Lebih lanjut Paul juga mengungkapkan bahwa target pengunjung pada malam tahun baru 2018 ini adalah sebesar 280.000 pengunjung.
Seperti tahun sebelumnya, Ancol juga akan menerapkan sistem Sentral Parkir di seluruh kawasan Ancol yang akan diberlakukan mulai 31 Desember 2017 pukul 05.00 WIB hingga 1 Januari 2018 pukul 24.00 WIB. Pada waktu tersebut semua pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau lebih langsung diarahkan mengisi kantong-kantong parkir yang tersedia yang dapat menampung sekitar 13.000 mobil dan 34.000 motor. Pengunjung tidak perlu khawatir, karena waktu sentral parkir diberlakukan, manajemen menyiapkan 112 bus Wara-Wiri gratis dan 2 rangkaian Kereta wisata sato-sato yang masing-masing rangkaian dapat menampung 130 orang yang akan mengantar pengunjung dari Pantai Carnaval sampai ke Dunia Fantasi

Dukung KPK Basmi Korupsi, Mahasiswa Jambi se-Jabodetabek Galang Petisi

Jakarta, mediaempatbelas.com – Sekelompok Mahasiswa Jambi se-Jabodetabek pada Kamis (28/12/2017), mengalang petisi berupa tanda tangan di beberapa kampus besar di wilayah Jabodetabek khususnya Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma.

Penggalangan tanda tangan tersebut dalam rangka memberikan dukungan terhadap KPK yang sedang mengusut kasus suap RAPBD Jambi 2018 dan untuk menemukan siapa aktor intelektual yang berperan dalam kasus suap tersebut.

Menurut Kelompok Mahasiswa Jambi se-Jabodetabek, kasus suap ketok palu RAPBD Jambi tahun 2018 yang melibatkan Plt Sekda Jambi dan beberapa pejabat lainnya di lingkup provinsi Jambi, merupakan suatu tindakan yang mencoreng nama baik pemerintah Jambi.

“Ini merupakan suatu tindakan yang mencoreng nama baik provinsi Jambi, padahal Zomi Zola selaku Gubernur Jambi sekaligus penanggung jawab pemerintahan sebelum tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) suap ketok Palu APBD 2018, pernah menanda tangani MoU pencegahan dan penindakan korupsi dengan KPK, tetapi Korupsi itu tetap terjadi dan mungkinkah sudah menjadi budaya di kalangan pemerintah ?” ujar Koko.

Menurut Koko, Koordinator Lapangan (Korlap) Gunadarma, aksi yang dilakukan tersebut guna mendukung kinerja KPK menuntaskan kasus korupsi hingga ke akar-akarnya.

“Aksi yang kami lakukan, merupakan aksi mendukung kinerja KPK untuk mengusut tuntas kasus ini hingga akar rumput dan bisa ditemukan secara jelas dan terang siapa pelaku sesungguhnya, karna Sekda sebagai pelaksana kebijakan administrasi pemerintahan jelas memiliki wewenang terbatas. Kami meyakini ada pemeran utama yang berkepentingan untuk mengatur dan memerintahkan agar R-APBD ini bisa cepat di loloskan hingga harus terjadi sebuah skenario pengondisian pembahasan R-APBD 2018 oleh eksekutif dan legislative” ungkap Koko

Koko juga menyampaikan bahwa pihaknya telah terlebih dahulu mengkaji persoalan tersebut.

“Kami telah melakukan beberapa kajian terhadap persoalan ini, salah satunya mengambil kesimpulan atas gambaran terkait kuatnya kepentingan Gubernur Jambi dan ketua DPRD Provinsi Jambi dalam menggolkan serta memuluskan R-APBD menjadi APBD 2018. Gambaran kepentingan tersebut digambarkan dengan fungsi dan peran eksekutif dan legislative di ranah kebijakan penganggaran dan seberapa jauh mereka memiliki wewenang”.imbuhnya

Lebih lanjut, Koko menjelaskan kecurigaan adanya pemufakatan antara eksekutif dan legislatif.

“Selayaknyalah sebuah niat dari pembangunan Provinsi Jambi dibuat berdasarkan rencana kerja pengganggaran untuk pembangunan yang di buat eksekutif berdasarkan petunjuk pimpinan eksekutive (Gubernur) dan yang akan mengesahkan nya adalah legislatif (DPRD) yang dalam hal ini berfungsi sebagai lembaga legislasi, maka mustahil rasanya kalau mereka tidak bermain mata dalam usaha memuluskannya, maka selayaknya pihak yang dianggap memiliki peran kunci juga ikut di usut dan kita amat menyayangkan, karna yang jadi tersangka hanya korban dari ambisi dan kepentingan petingginya”. jelas Koko.

Lebih lanjut Koko menyampaikan petisi ini akan diserahkan kepada KPK agar tidak tebang pilih dan ragu dalam membersihkan prilaku koruptif di Provinsi Jambi. Koko juga mengungkapkan bahwa mahasiswa siap berdiri mendukung KPK membersihkan Jambi dari berbagai praktek korupsi.

“Jika ada pihak yang berani intervensi KPK maka mahasiswa pun akan siap berdiri di depan KPK untuk sekedar berkata kami ingin Jambi yang bersih dari korupsi, karna ini bagian dari tugas mahasiswa untuk mengawasi kinerja pemerintah yang sewenang-sewenang menjalankan amanah rakyat”. ungkapnya.

Koko sebagai koordinator penggalangan petisi dukungan untuk KPK, selain mengajak mahasiwa Jambi yang ada di Jabodetabek untuk mengawasi jalannya proses hukum yang sedang berjalan terkait proses OTT yang terjadi di Provinsi Jambi,
“Karna kalau proses ini tidak diawasi bisa saja dengan bantuan kekuasaan, kasus ini bisa berhenti tanpa di temukan siapa dalang kuncinya, namun saya yakin KPK adalah institusi yang bersih maka dengan keyakinan itu KPK harus didukung. Jika ada element masyarakat yang menolak petisi ini sebagai gerakan yang ditunggangi, tentu hal itu membuat saya prihatin, karna kami sebagai bagian dari mahaiswa Jambi, kami tidak punya kepentingan apapun, kecuali untuk kampung halaman yang bersih dan tidak berbudaya koruptif. Kami menyadari pentingnya kami melakukan tindakan ini sebagai wujud kecitaan kami kepada Provinsi Jambi sebagai daerah dimana kami dilahirkan”. pungkas Korlap petisi.(my/dimas)