Pengedar Narkoba Menyasar Generasi Muda, Mayjen TNI (Purn) Asri H. Tanjung : Sudah Ada Payung Hukumnya, Hukum Mati Saja Agar Jera

Spread the love

Jakarta, mediaempatbelas – Upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba membutuhkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu,  Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung. S.IP ikut mendukung segala bentuk upaya pencegahan tersebut, salah satunya dengan cara memberikan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba kepada para murid di lingkungan SMK Negeri 26 Jakarta Timur.

Saat ditemui usai memberikan penyuluhan, Mayjen TNI (Purn)  Asril H. Tanjung.S.IP menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Rumah Anak Cerdas (RAC) yang telah melaksanakan kegiatan penyuluhan tersebut.

“Ini Kegiatan dari RAC, Rumah Anak Cerdas, ini merupakan perhimpunan atau yayasan yang sangat peduli kepada kehidupan anak-anak yang ada dalam masa pendidikan, fokusnya khusus pada bahaya narkoba, jadi kita salut, terima kasih kepada RAC, yang membina anak-anak kita dalam hal bahaya narkoba”. ujar Asril

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi I mengungkapkan bahwa ini adalah kegiatan yang sangat positif ditinjau dari aspek apapun dan ini merupakan kali kedua, ia hadir dan memberikan penyuluhan disekolah tersebut.
“SMK 26 ini adalah SMK pertama yang melaksanakan Gerakan anti Narkoba se-DKI, ini luar biasa, ini sudah yang kedua kali saya kesini. Ini kegiatan-kegiatan yang dilihat dari segi apa saja, sangat positif, dari segi kejahatan narkoba, ini positif, dari segi pengamanan anak-anak bangsa kita, ini positif, dari segi agama, ini positif, jadi kita sangat berterima kasih kepada SMK, Pimpinan dan juga dewan pendidik dan murid-muridnya. Kebetulan disini juga empat tahun yaach, sama, saya juga dulu Akabri empat tahun juga, sama-sama Susilo Bambang Yudhoyono, sama Prabowo, sama empat tahun. Jadi ada nilai plus yaach, tiga tahun untuk menyelesaikan nilai akademisnya, satu tahun untuk kegiatan dilingkungan sosial dan masyarakat. ini luar biasa, ini contoh SMK yang bagus. mudah-mudahan yang lain bisa belajar kesini”. ujarnya

Menurut Asril,  Pemerintah telah secara tegas menyatakan perang terhadap narkoba, namun pasokan narkoba yang hingga kini masih beredar di Indonesia,  bukan hanya berasal dari luar negeri  melainkan ada yang berasal dari dalam negeri terutama dari Aceh.

“Ini siapa yang bertanggung jawab, Pemerintah termasuk BNN ternyata belum cukup mengamankan negeri kita dari bahaya narkoba, karena negara kita sangat besar, negara kepulauan hampir 2 juta kilometer persegi pintu masuk ada dimana-mana. Jangankan dari luar, dalam negeri kita pun masih ada memproduksi narkoba terutama di Aceh. Saya mantan Korem di Aceh saya tahu dan paham sekali masalah Narkoba di Aceh terutama ganja. Jadi kita memang tidak mendapat lawan yang enteng, ini sangat berat kalau kita tidak bersatu dulu masyarakatnya, sekolah-sekolah seperti SMK 26 ini kita bisa hancur karena narkoba ini zat addictif yang sangat berbahaya karena menyerang syaraf, bayangkan, syaraf anak-anak bisa lumpuh, mati, ini karena Narkoba. Dan anehnya para artis, tokoh-tokoh hebat dan terkemuka, bintang-bintang film, bintang radio semuanya dan hampir semuanya kog pernah mencoba Narkoba. Ini jelas tanda-tanda tak baik. Oleh karena itu saya di DPR RI juga mengajak mari kita contoh SMK 26 ini, kita perangi Narkoba. Kita perangi Narkoba sampai kapanpun. Ini menyangkut keberlangsungan dan jalannya negeri ini. Mereka ini khan calon-calon pemimpin bangsa ini yang harus kita amankan. Kita tidak boleh kendor melawan Narkoba ini,” tegas Asril Tanjung.

Setiap hari jumlah korban meninggal akibat narkoba semakin meningkat hingga pemerintah mengumumkan status Indonesia Darurat Narkoba yang sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab bersama bagi setiap warga negara.

“Karena narkoba ini sekarang sudah dinyatakan oleh pemerintah bahwa saat ini Republik Indonesia Darurat Narkoba. Darurat narkoba bukan main-main, darurat. Bayangkan setiap hari, penduduk kita mati sekitar 20 sampai 30 orang, setiap hari gara-gara narkoba. Pecandu narkoba kita sudah mencapai 6 juta satu nusantara ini”. imbuhnya

Khusus kepada awak media, Asril meminta agar ikut berpartisipasi dan mendukung dengan cara menyebar luaskan tentang bahaya narkoba

“Tolong kepada para jurnalis dan media sebagai mitra kita baik cetak maupun elektronik tolong sebarkan informasi tentang berbahayanya Narkoba dan orang tambah pintar untuk menyelundupkan Narkoba ini, macam-macam bisa dalam ban mobil, tiang listrik. Yang tidak dipikirkan oleh kita, lewat cara itu Narkoba masuk. Ini luar biasa jika tidak kita yang mengamankan negeri kita siapa lagi. Tolong kalian sampaikan masuknya Narkoba ini dari semua negara terutama dari wilayah  utara, dari segitiga Indochina terus kemari, dari negeri Maghribi terus masuk kemari terutama pasokan Narkotik dari Amerika Latin, belum lagi Narkoba dari Cina masuk kemari juga. Ini sudah bahaya sekali, jadi mari kita sadarkan dan jaga anak-anak kita. Tidak mampu Pemerintah termasuk BNN tidak akan mampu. Sekitar 260 juta penduduk bangsa ini adalah sebahagian besar terdiri dari anak muda bagaimana mengamankan ini jika masyarakat tidak ikut serta contohnya SMK 26,” pinta Mayjen Asril.

Agar memiliki efek jera, dia meminta Pemerintah lebih serius menghukum berat para Bandar, Pengedar dan Pecandu Narkoba sesuai payung hukum yang ada dan berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan terkait aturan yang dapat menimbulkn efek jera terhadap para pengedar narkoba,  Asril meminta agar aparat lebih berani dan tegas dalam menindak para pelaku seberat-beratnya hingga hukuman mati,  sebab telah ada payung hukum yang mengaturnya.

“Sudah dilaksanakan hukuman mati, sudah ada payung hukumnya cuma terkadang kita masih ragu-ragu. Sudahlah kalau terbukti berat hukum mati saja biar jera kalau tidak mereka tidak akan jera,” pungkas Mayjen Asril. (ymn)

Tinggalkan Balasan