Perayaan Natal Dan Tahun Baru KKK Berlangsung Hikmad

Spread the love

Jakarta, mediaempatbelas.com – Bertempat di gedung Integrity Convention Centre (ICC), Jl. Angkasa Raya Kav. B6, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/2/2018), ratusan bahkam ribuan masyarakat Sulawesi Utara diperantauan yang terpilih gabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK),  merayakan natal dan tahun baru dengan mengambil tema “Hendaklah Damai Kristus Memerintah Hatimu”, Kolose 3:15, dan sub tema “Melalui KKK, Kita Satu Hati, Satu Kasih, Mencapai Tujuan Bersama”.

Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si, dan diisi dengan penampilan Gospel Marturia, Gadium Choir, Khoir Choir dan Koor Anak Yatim Piatu Jabodetabek serta menampilkan para artis seperti Putri Bilanova, Kezia Kathlyn, Connie Mamahit dan Sandra Lintang.

Sejumlah tokoh Kawanua tampak hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara perayaan Natal  hingga usai, antara lain Letjen TNI (P) E.E. Mangindaan, S.I.P,  Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven O. E.  Kandouw, Kepala Dirjen Imigrasi yang menjabat sebagai Ketua Umum KKK, DR. Ronny F. Sompie,SH.MH  serta Jan S. Maringka, Tommy W. Watului, dan Jemmy Mokolensang yang menjadi Ketua Panitia Natal, Sekjen KKK, Ayub D.P, Junus, Bendahara Umum, Jerry B. Rampen dan sejumlah tokoh Kawanua.

Menurut Ketua Panitia Natal Jemmy Mokolensang, S.H perayaan Natal, dan Tahun Baru ini diawali dari kegiatan pemilihan Utu dan Keke Kawanua 2018.

“Acara Kawanua Barame diawali lewat kegiatan Pemilihan Utu & Keke Kawanua 2018 yang disusul perayaan Natal dan Tahun Baru atau Kunci Taon tanggal 3 Februari 2018 yang diselenggarakan di Ball Room Integrity Convention Centre, MGK Kemayoran, Jakarta Pusat. Dan puncak acara adalah Grand Final Utu & Keke Kawanua 2018 yang kita rencanakan digelar pada tahun 2019,” ujar Jemmy.

Lebih lanjut,  Jemmy mengungkapkan bahwa masyarakat kawanua adalah masyarakat yang cinta akan budaya daerahnya

“Orang Kawanua sangat cinta dengan budaya daerahnya sekaligus bersyukur atas nikmat dan anugerah Tuhan yang selama setahun penuh diberi tantangan, itu ditunjukkan melalui perayaan Natal dan Tahun Baru hari ini. Bagi kami perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan peristiwa budaya dan religius yang digelar secara bersamaan. Untuk itu kami sudah menyiapkan agar saudara-saudara kami asal Kawanua di perantauan bisa merasakan suasana Minahasa lewat Ibadah, Lagu, Tari-Tarian yang dibalut dengan Budaya dan Iman,” papar Jemmy.

Ketua Umum KKK, Ronny F. Sompie menjelaskan bahwa rangkaian acara Kawanua Barame mulai dari Pemilihan Utu & Keke 2018, sampai Perayaan Natal dan Tahun Baru sebagai wujud dari Si Tou Timou Tumou Tou. Kalimat tersebut memiliki makna yang sifatnya kultural yaitu usaha dan upaya dari setiap orang Minahasa untuk saling mencerdaskan sesamanya saat ditanah rantau. Kita sudah membuktikannya, sudah kita buat dan kerjakan, saatnya kita tingkatkan lagi di masa yang akan datang,” imbuh Ketua Umum KKK.

Selanjutnya, Ketua Umum KKK menyampaikan bahwa perayaan natal merupakan simbolisasi perayaan cinta kasih Tuhan kepada ummat manusia

“Itu disimbolkan sebagai Kenosis, dimana Tuhan mengosongkan diri Nya dan rela menjadi Manusia. Berbahasa seperti manusia, mengambil wujud seperti manusia. Tuhan menebus dosa umat Nya lewat Yesus Kristus yang lahir sebagai Putera Natal. Itulah makna sesungguhnya Perayaan Natal yang kita rayakan malam ini dan dirayakan diseluruh dunia,” ungkap Ronny dalam sambutannya dihadapan keluarga besar Kawanua.  (Dhea)

Tinggalkan Balasan