Pemkab Pijay Salurkan Dana Bantuan Gempa Langsung Kepada Warga, Korban Gempa : Memang Lebih Bagus Dibangun Langsung Oleh Masyarakat

Lhok Puuk, M14 Penyaluran dana bantuan gempa langsung kepada masyarakat oleh pemerintah kabupaten Pidie Jaya tanpa melalui proses lelang tender kepada kontraktor manapun, diapresiasi positif oleh masyarakat Pidie Jaya selaku korban gempa. Sebagaimana diungkapkan oleh ketua kelompok Batu Delima Desa Lhok Puuk, Muhammadiyah kepada sejumlah awak media di desa Lhok Puuk Menurut Muhammadiyah, masyarakat menerima bantuan langsung pembangunan hunian sementara (Hantara) + sebesar Rp. 20.000.000,- per rumah ditambah dana perbaikan rumah rusak berat, maksimal Rp. 85.000.000,- sesuai prosentase kerusakan rumah. Dana tersebut disetorkan ke rekening kelompok masing-masing. “Bantuan yang kami terima sebetulnya sudah ditentukan dalam bentuk uang sebesar Rp.85.000.000,- bagi korban bencana alam rusak rumah yang rusak berat dan untuk yang rusak sedang sebesar Rp.20.000.000,- . itu sistem penerimaannya dalam bentuk kelompok masyarakat, jadi ketua kelompok masyarakat mengelola masyarakat yang tergabung dalam kelompoknya untuk membangun rumah sendiri. (Jadi) dibangun oleh masyarakat sendiri” tuturnya Ketua kelompok Batu Delima juga mengatakan bahwa penyaluran dana bantuan gempa langsung ini jauh lebih bagus dan lebih bermanfaat dibanding pembangunan oleh perusahaan konstruksi atau kontraktor selain itu pembangunan oleh masyarakat sendiri dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi Desa. Masih menurut Ketua Kelompok tersebut, sistem seperti ini merupakan salah satu terobosan baru pemerintahan Abuwa-Waled yang secara langsung memberikan kepercayaan penuh kepada masyarakat untuk mengelola bantuan secara langsung dan tunai. “Kalo menurut saya memang lebih bagus dibangun oleh masyarakat karena ada beberapa permasalahan yang berdampak positif terutama masyarakat ikut aktif dan bisa menentukan daripada kualitas pembangunan itu sendiri. Dengan anggaran yang sudah diplot jadi tidak lagi diambil untuk hal-hal lain, karena mungkin kalo dibangun oleh konsorsium ataupun kontraktor, orang itu kaan harus mengambil keuntungan dari biaya tersebut. Tapi kalo dibangun oleh masyarakat, uangnya harus habis dipakai untuk membangun rumah untuk kepentingan masyarakat sendiri dan dengan sistem pembangunan demikian saya rasa bisa dipertahankan karena perputaran ekonomi didaerah bantuan itu sangat membantu”. Ungkap Muhammadiyah.

Ketua Pokmas Batu Delima menegaskan bahwa memang ada dampak positif langsung dari bantuan langsung tersebut terhadap pertumbuhan dan laju perekonomian masyarakat terutama dalam memulihkan trauma juga perekonomian desa pasca ditimpa musibah gempa. “Ooww, cukup besar dampaknya, kaan mulai dari waktu terjadi gempa, karena gempa di Pidie Jaya ini bisa dikatakan pengaruh ke masyarakatnya sangat besar terhadap mental, jadi aktivitas ekonomi terganggu karena itu ekses daripada bencana alam kaaan, jadi dengan adanya perguyuran uang ke daerah, ke desa-desa jadi perputaran ekonomi saya rasa udah otomatis”.tegasnya Terkait isu keterlambatan bantuan rumah pasca gempa, Muhammadiyah membantah isu tersebut. Menurutnya bantuan tersebut sangat tepat sasaran dan sesuai prosedur dan bahkan dirinya merasa puas dengan adanya perhatian, kepedulian dan bantuan pemerintah kabupaten Pidie Jaya di bawah kendali Abuwa-Waled selama ini. “Kalo masalah terlambat itu kan namanya juga kita menggunakan anggaran negara kaan, uang negara jadi harus ada proses gitu, kalo gak ada proses saya rasa gak dapat persoalan menurut saya itu hal yang wajar dan kalo menurut saya tidak terlambat. Tapi yaach itu kaan penilaian masing-masing, hak warga negara laah. Yaach kalo saya lihat untuk diwilayah kampung saya ini saya rasa sangat tepat sasaran. Penggunaannya sesuai ketentuan, malah kita ketua kelompok dibikin surat perjanjian sama konsorsium untuk mengerjakan yang sebenar-benarnya, konstruksinya tahan gempa. Saya rasa kalo masalah puas gak puas itu relatif, yang gak puas yaach mungkin gak puas, yang puas yach puas gitu. Itu kaan hak rakyat gitu, Kalo saya rasa puas”. pungkasnya

Calon Presiden Sam Aliano Datangi Bareskrim Polri Bersama Sejumlah Relawannya

Jakarta,M14 – Sam Aliano mendatangi Bareskrim Polri Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan Jalan Medan Merdeka Timur ,Gambir Jakarta Pusat.(24/5)

Sam Aliano melaporkan Youtube dan Facebook disebabkan Youtube sudah sering menyebarkan berita dan video yang membuat bom dan ujaran kebencian.
Perusahaan ini udah berkali-kali diingatkan tapi tidak mau ikut aturan yang ada di Indonesia konten-konten yang membahayakan itu dan mengajari para teroris bikin sendiri untuk membunuh orang. Jika Sam Aliano terpilih jadi presiden maka dia akan menutup perusahaan ini dalam waktu 1 jam setelah ditetapkan jadi Presiden Republik Indonesia.Karena dia melihat banyak keburukan dan kerugian yang diakibatkan oleh Youtube.

Ketika awak media menanyakan hasil laporannya ,Sam Aliano mengatakan
bahwa Polisi sangat positif dan senang menerima laporan dari masyarakat.

Sam Aliano menyatakan bahwa dia sudah berulangkali mengingatkan perusahaan tersebut agar menutup konten negatif seperti pornografi , terorisme dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah bangsa dan negara. Oleh karena respon dia tidak ditanggapi oleh youtube maka dia melaporkan youtube ke Bareskrim Mabes Polri.

Sam Aliano mengatakan bahwa dia banyak kecewa dengan medsos terutama youtube disebabkan banyaknya ujaran kebencian dan pembuatan di youtube yang dapat merusak generasi bangsa.Adapun bukti laporan yang dilaporkan oleh Sam Aliano adalah LP/B/692/V/2018/Bareskrim yang tertanggal 24 Mei 2018 dan adapun pasal yang dikenakan adalah UU No 19 tahun 2018 dan UU ITE. Demikian hasil konfrensi pers yang kami dapatkan.
(Larty R)