Sengketa Aset Mulai Bergulir di PN Jaksel, Kuasa Hukum Minta Pihak Lawan Hormati dan Tunggu Keputusan Akhir

Spread the love

Jakarta, Med14 – Perselisihan kepemilikan aset sebuah rumah mewah di Kawasan Permata Hijau antara KTM selaku pemilik rumah dengan pihak pemenang lelang, memasuki episode baru dimana pihak pemenang lelang mulai berupaya menempati aset yang diperoleh melalui lelang tersebut

Kepada awak media, Anis Nur Nadhiroh selaku tim kuasa hukum KTM, menyatakan bahwa upaya pihak pemenang lelang pada hari ini, telah menyalahi aturan perundang-undangan yang berlaku karena tertangkap kamera pengawas, tengah berupaya memasuki pekarangan objek perkara.

“Jadi pada hari ini pada tanggal 18 Agustus dari pihak mereka itu ternyata ada 9 orang yang menyerobot pagar dan terekam dalam CCTV rumah ini karena mereka mereka beranggapan bahwa rumah ini adalah hak mereka berdasarkan surat hak milik atau sertifikat yang udah mereka beri nama beri nama mereka” kata Anis sekitar lokasi objek perkara pada Jumad (18/08/2023) siang.

Lebih lanjut kata Anis, penafsiran pihak pemenang lelang tentu berbeda dengan penafsiran pihaknya selaku kuasa hukum dan hal tersebut mendatangkan perdebatan yang alot antara para pihak terkait, dan pihaknya masih mempertanyakan keabsahan sertifikat kepemilikan tersebut dan meyakini bahwa lelang tersebut tidak sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Tapi kami menganggap sertifikat itu keabsahannya dipertanyakan, soalnya proses usaha lelang itu gak sesuai dengan koridor hukum yang berlaku jadi makanya kami mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum di pengadilan negeri Jakarta Selatan” lanjutnya.

Anis Nur Nadhiroh juga menyayangkan tindakan pihak lawan yang menurutnya telah bertindak jauh dengan memaksa memasuki pekarangan dengan cara melompati pagar dan masih berada didalam area pekarangan.

“Selama persidangan ini berjalan ternyata ada dari pihak mereka yang melompati pagar, ada yang menyerobot ke rumah sebanyak 9 orang hingga sampai sekarangpun mereka masih menduduki rumah ini.

Menjawab pertanyaan awak media tentang isi perbincangan singkat antara kedua belah pihak, menurut Anis, penawaran yang diajukan oleh pihak lawan berupa pengosongan rumah dan inventarisir barang-barang milik kliennya, menurut Anis, hal tersebut tidak masuk akal.

“Dari pihak mereka juga masih bikin tawar menawar yang itu menurut kami gak masuk akal, masa dari mereka pingin mendata segala inventaris barang-barang yang ada di rumah ini, itu kan miliknya klien kami, mau digimanapun itu kan urusan klien kami, gak ada urusannya buat mereka, soalnya dalam objek lelang itu hanya tanah dan bangunan bukan beserta isi rumahnya” jelas Nur Nadhiroh

Masih menurut Anis, dikarenakan saat ini proses persidangan telah berlangsung maka pihak pemenang lelang di bisa menempati aset sesuai kehendak sendiri.

“Mereka pengennya rumah ini langsung diduduki oleh mereka, itu gak bisa begitu karena proses persidangan ini sudah berjalan, Jadi di psl 81 KUHP ; ketika proses persidangan perdata itu lagi berjalan, objek gugatan, objek perkara itu tidak boleh diapa-apakan, diblokir, kalau mereka masih ngotot menempati rumah, berarti mereka melakukan perbuatan dan dipidanapun bisa, karena memasuki pekarangan orang” tegasnya

Anis juga meminta agar pihak lawan dapat menghormati proses peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan tidak bertindak lebih jauh

Hingga berita ini diterima redaksi, para awak media masih berupaya mendapatkan keterangan lebih lanjut dari pihak pemenang lelang. (Adm/Yn/VL)

Tinggalkan Balasan