Ardy Mbalembout : Ketum Partai Demokrat Telah Mencontohkan Cara Berpolitik Santun

Spread the love

Jakarta, Med14 – Pasca gagal berkoalisi dengan partai Nasdem untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang, Partai Demokrat yang kini genap berusia 22 tahun, semakin menunjukkan kematangan sebagai sebuah partai politik besar mulai dari pucuk pimpinan hingga tingkat kader partai.

Hal ini disampaikan oleh MM Ardy Mbalembout SH., MH., Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat saat ditemui awak media pada Sabtu (09/09/2023) dalam perayaan Hut ke-22 Partai Demokrat di Pegangsaan Menteng Jakarta Pusat.

Menurutnya, kematangan ini jelas terlihat dari sikap santun yang dicontohkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadapi beragam dinamika politik saat ini.

“Tentunya setelah kejadian kemarin, dalam pidato mas AHY jelas bahwa kita ikhlaskan dan tidak boleh menghujat pihak sana dan kita sudah memaafkan dia, mengucapkan selamat, artinya mas AHY memberikan contoh pada bangsa ini berpolitik dengan kesantunan” jelas MAM

Lebih lanjut MAM mengungkap bahwa partai Demokrat akan semakin fokus membina para kader dan caleg untuk memenangkan pemilu mendatang.

“Sekarang kita fokus kepada kader dan caleg untuk bagaimana memenangkan pertarungan di setiap wilayah dengan merebut suara sebanyak-banyaknya” imbuh MAM yang juga Caleg DPR RI nomor urut 2, Dapil NTT 1 untuk wilayah Flores,Lembaga, Alor.

Sebagaimana diketahui, jargon Perbaikan dan Perubahan pertama kali diusung oleh Partai Demokrat, hal ini menjadi salah satu kekuatan partai Demokrat untuk memenangkan pemilu 2024

“Tag line tentang perubahan itu dimulai, diusung atau digagas oleh partai Demokrat, bukan yang lain, tentu masyarakat lebih jernih melihatnya dan memastikan bahwa Partai Demokratlah yang konsisten untuk bersama-sama rakyat untuk mengusung perubahan” papar MAM

Menjawab pertanyaan awak media terkait koalisi dan arah dukungan selanjutnya Partai Demokrat selanjutnya, MAM menegaskan bahwa hal ini merupakan kewenangan Majelis Tinggi Partai Demokrat kendati telah ada beberapa pilihan untuk berkoalisi.

“Kalau itu, jelas merupakan kewenangan Majelis Tinggi, kita percayakan sepenuhnya kepada Majelis Tinggi untuk menentukan arah koalisi selanjutnya” tegasnya yang juga Ketua KAI Provinsi DKI Jakarta

Saat dikonfirmasi terkait poros baru, MAM juga tidak membantah adanya kemungkinan Partai Demokrat membentuk Poros Baru ataupun bergabung dengan koalisi lain.

“Koalisi atau Poros Baru bisa saja terbentuk, itu kewenangan Majelis Tinggi, bisa saja bergabung ke Pak Ganjar atau Pak Prabowo dan bisa juga membentuk Poros Baru, sekali lagi, itu tergantung keputusan Majelis Tinggi” pungkasnya

Kepala Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat ini juga menjelaskan bahwa saat ini situasi politik masih sangat cair hingga nanti pendaftaran di KPU dan menurutnya, kekuasaan yang diraih partai Demokrat adalah untuk mengurus kepentingan seluruh rakyat Indonesia. (Adm/Yn/Fd)

Tinggalkan Balasan