Diskusi Publik Relawan GPGP Bahas Kecurangan Pemilu dan Netralitas Aparatur Negara

Spread the love

Jakarta, Med14 – Menyikapi adanya dugaan maupun potensi terjadinya berbagai praktek kecurangan maupun dugaan pelanggaran pemilu dalam konstasi Pemilu 2024 mendatang, kelompok Relawan Pemenangan Ganjar Pranowo (GPGP), menggelar Diskusi Publik bertema “Diskusi Tentang Kecurangan Pemilu” pada Rabu (29/11/2023) di sekretariat DPP GPGP di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Kepada awak media, Helmy Fauzi selaku Ketua Dewan Pembina GPGP menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat turut serta dan berpartisipasi aktif dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang guna meminimalisir dan mencegah terjadinya kecurangan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.

“Peran seluruh masyarakat sangat penting dan krusial dalam mengawal proses pemilu dan segera melaporkan apabila masyarakat menemukan adanya ada upaya-upaya pelibatan aparatur negara dalam memenangkan pasangan tertentu” ujarnya

Lebih lanjut menurut Helmy, praktek kecurangan maupun pelibatan aparatur negara tentu akan mencederai pesta demokrasi itu sendiri

“Masyarakat harus mengawasi jangan sampai terjadi praktek kecurangan apalagi manipulasi suara dan pengerahan kekuatan negara secara sepihak dan tidak netral sebagaimana yang diamanatkan oleh perundang-undangan kita” imbuhnya

Helmi juga menegaskan bahwa tantangan besar bagi masyarakat dalam Pemilu 2024 bukanlah soal menang atau kalah tapi bagaimana bangsa Indonesia kembali meletakan semangat reformasi pada relnya dan menjaga segala hal baik sebagai bangsa Indonesia.

“Nilai-nilai etika berbangsa dan bernegara harus dikembalikan pada tempatnya. Jadi ini bukan semata-mata menang atau kalah tapi lebih dari itu kita menjaga KeIndonesiaan kita, Indonesia yang demokratis, adil, jujur dan bermartabat” tegasnya

Kepada generasi milenial sebagai penerus bangsa, Ketua Dewan Pembina DPP GPGP juga berpesan agar memanfaatkan sebaik-baiknya momentum pesta demokrasi ini dengan menggunakan nurani dan hak pilih sebaik-baiknya.

“Ini adalah momen bersejarah, kita berada pada suatu tikungan sejarah. Peran generasi milenial, Gen X, Y Gen Z, ini sangat krusial sekali karena itu gunakan suara hati nurani kita. Gunakan hal pilih dengan betul-betul memilih mereka yang betul-betul berjuang untuk rakyat, punya ketulusan bukan sekedar mau menang atau menghalalkan segala cara untuk menduduki posisi strategis di negara ini” tandasnya.

Sementara itu, Sirra Prayuna yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi menyampaikan optimismenya akan netralitas TNI dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Saya yakin Panglima TNI berkomitmen untuk pemilu damai, berkualitas dan bermartabat dengan mewujudkan posko pengaduan, itu sebagai suatu sinyal positif bagi kita dan pesan kepada TNI supaya tetap menjaga netralitasnya” ujarnya.

Pembicara yang juga seorang pengacara senior ini juga mencermati salah satu peristiwa terkait penyampaian dugaan ketidaknetralan Kepolisian RI dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang.

“Saya menyesalkan ketika Aiman menyampaikan itu (Dugaan Ketidaknetralan Kepolisian) dia dilaporkan melalui hukum pidana umum. Harusnya konteks pemilu, kalau ada seperti itu harusnya menggunakan UU Pemilu bukan UU Pidana Umum. Tidak relevan menggunakan UU Pidana untuk mengkriminalisasi perbuatan yang mengungkap soal itu harusnya pakai UU Pemilu” pungkas Sirra Pramuka kepada awak media.

Diskusi publik ini dihadiri juga oleh Ketua DPP GPGP, Dhini Mudiani, Helmi Fauzi, Dewan penasehat DPP GPGP, Sefriyanto, Sekjen DPP GPGP, Sirra Prayuna. SH dan para simpatisan relawan GPGP.

Tinggalkan Balasan