Gunakan SOP Untuk Budidaya Perikanan, Ampuh Cegah Momok Penyakit

Spread the love

Jakarta, Med14 – Budidaya produk perikanan, yakni ikan dan udang wajib memiliki SOP (standard operating procedure) usaha yang benar sehingga bisa mencegah penyakit udang seperti white feces disease (WFD).

“Kalau tidak dengan SOP, banyak ikan dan udang kena penyakit WFD. Banyak petambak udang gagal panen karena penyakit yang disebabkan bakteri, virus seperti WFD,” CEO PT Sterilyn, Devi Erna mengatakan kepada Redaksi.

SOP tersebut juga mencakup penerapan biosekuriti pada tambak untuk meminimalisir terjadinya penularan atau penyebaran penyakit di dalam tambak. Usaha tambak udang harus menerapkan standar tinggi dan pengawasan ketat dalam kegiatan produksinya karena bergerak di sektor yang mengutamakan human security, sehingga tidak boleh ada kesalahan. Desinfeksi masa persiapan kolam, air tambak dan peralatan pada budidaya ikan dan udang sangat penting.

“Desinfektan Zepa, salah satu penerapan SOP. Satuannya per tambak, menggunakan standar WHO (organisasi kesehatan dunia) yakni 1 – 2 PPM (parts per million). satu liter (Zepa) berbanding 400 liter air tambak untuk pemeliharaan (usaha budidaya). Air di tambak 400 liter, zepa satu liter. Solusi pencegahan WFD dengan biaya yang sangat murah,” kata pemilik 21 perusahaan dengan tujuh sektor bisnis produk desinfektan untuk usaha perikanan sudah bersertifikat halal, serta izin lengkap dari kementerian kelautan dan perikanan, terutama Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (BPKIL) di Serang, Banten.

Pemanfaatan desinfektan khususnya untuk tambak udang terutama desinfeksi pada masa persiapan kolam, air tambak, peralatan budidaya. Selama ini, WFD menjadi momok untuk petambak udang. WFD sulit ditanggulangi sehingga PT Sterilyn melakukan berbagi uji coba. “Hasil laboratorium juga ada, terbukti berhasil mencegah penyebaran penyakit pada ikan dan udang yang disebabkan virus, bakteri, protozoa dan mikroorganisme lainnya,” kata alumni (program doktor/S3) Yamaguchi University, Jepang.

Dengan SOP yang efektif, pemanfaatan Zepa tanpa merusak siklus pertumbuhan bakteri probiotik. Disinfektan 4 in 1 (four in one) ini juga menghilangkan bau, membunuh bakteri, jamur, meningkatkan immune ikan, udang. Keberadaan HOCL (Asam hipoklorit) sesungguhnya sudah ada dalam tubuh manusia. Upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen ganggang dan jamur, serta memelihara kualitas lingkungan tambak. “Kami antusias buka pabrik (Zepa) di China, berharap bisa menemukan partner. Karena holding (perusahaan), selain medical (alat kesehatan) juga peternakan, pertanian, perikanan. Saya terus buka akses ke komunitas (pebisnis asal China). sebelum saya ikut pertemuan business matchmaking (sebagai salah satu keynote speaker) dengan delegasi Henan, China di Double Tree hotel Cikini (3/11). itu baru pertama kalinya,” kata anggota Indonesia – Eurasia International Council

Tinggalkan Balasan