Sidang Dugaan Pencemaran Nama Hadirkan Ahmad Syahroni Sebagai Saksi, Kuasa Hukum Terdakwa : Keterangan Para Saksi Bersifat Normatif

Spread the love

Jakarta, MED14 – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Ahmad Syahroni (AS) yang diduga dilakukan oleh Adam Deni Gearaka (AD) saat berjumpa awak media usai sidang kasus pembelian sepeda mewah beberapa waktu lalu.

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Dalam Sidang ini dihadirkan 2 orang saksi yaitu Ahmad Syahroni dan Yon, yang juga adalah Tenaga Ahli Ahmad Syahroni di DPR RI

Dalam persidangan, terdakwa berkesempatan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Ahmad Syahroni dan permohonan maaf tersebut diterima secara baik kendati demikian, AS tetap bertekad meneruskan lewat jalur hukum

“Sudah saya maafkan tapi proses hukum tetap berjalan” ujar Syahroni.

Sementara itu, Herwanto N, SH selaku kuasa hukum terdakwa menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh kliennya merupakan fakta dalam persidangan yang semestinya tidak bisa dipisahkan.

“Apa yang di sampaikan oleh Adam Deni adalah benar adanya karena fakta di persidangan adalah benar dalam pembelian sepeda tersebut tidak ada pembayaran pajak” ujarnya

Monang Dixon Gultom SH., MH., mengatakan bahwa fakta persidangan yang diikuti hari ini semuanya bersifat normatif dan apa yang disampaikan saudara saksi korban pada hari ini normatif, karena saksi korban tidak melihat sendiri dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik sebagaimana yang didakwakan.

“Fakta persidangan hari ini juga kami dapatkan kesimpulan adanya perdamaian, karena korban dan terdakwa sudah saling memaafkan dan ini akan menjadi pertimbangan hukum majelis hakim dan dapat meringankan bagi klien kami” imbuhnya 

Senada dengan pernyataan kedua rekannya, Marselinus Abi SH., menyatakan bahwa keterangan dari para saksi korban hari ini cukup menguntungkan pihak kliennya karena para saksi tidak menyaksikan secara langsung ataupun hadir di lokasi.

“Dalam persidangan hari ini kita saksikan, para saksi korban juga tidak melihat secara langsung tetapi hanya menyaksikan dari media, dan ada kiriman-kiriman dari pihak lain” pungkas Marsel Abi

Sebelumnya, terdakwa AD dilaporkan oleh Ahmad Syahroni atas dugaan pencemaran nama baik AS dimana AD menyampaikan pernyataan dihadapan media bahwa Ahmad Syahroni telah menyuap aparat hukum dengan uang sejumlah 30 miliar rupiah dan membeli sepeda mewah tanpa membayar pajak. (Red/Yn)

Tinggalkan Balasan