10 Program Unggulan PD Pasar Jaya Dorong Peningkatan PAD DKI Jakarta

Spread the love

Jakarta, MED14 – Usai diangkat oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, pada Agustus tahun lalu sebagai Direktur Utama PD Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto seolah berkejaran dengan waktu dan langsung melakukan gebrakan dengan mencanangkan revitalisasi pasar-pasar.

Program pertamanya, membenahi Pasar Tanah Abang di Blok G, Jakarta Pusat, yang sempat menjadi sorotan, tidak terurus dan lokasinya berubah menjadi sarang preman dan tempat orang menenggak minuman keras.

Usai itu, mantan Direktur Utama Perumda Sarana Jaya, ini langsung memoles Pasar Senen Blok VI, Jakarta Pusat yang telah lima tahun terbengkalai pembangunannya.

Foto: Direktur Utama PD Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto.

Sebenarnya, nama Agus Himawan sudah tidak asing di lingkungan badan usaha milik daerah (BMUD), disana dia pernah berkarir di berbagai tempat, hingga mencapai puncak menjadi direktur utama.

Kini di PD Pasar Jaya, seperti pendahulunya, pada tahun ini ia mengusung program 10 (sepuluh) pasar unggulan.  Pada Februari lalu, sudah 2 (dua) pasar rampung dan diresmikan pengoperasionalannya. Yakni, Pasar Jatirawasari di Jakarta Pusat dan Pasar Cilincing, Jakarta Utara.

Delapan pasar lainnya segera digeber. Lima ada di Jakarta Pusat, antara lain Pasar Sumur Batu, Pasar Petojo Enclek, Pasar Gandaria, Pasar Kombongan dan Pasar Kwitang Dalam. Kemudian yang ada di Jakarta Utara adalah Pasar Ikan Luar Batang atau Pasar Hexagon. Di Jakarta Barat yang menjadi prioritas adalah Pasar Kalideres. Dan yang terakhir terletak di Jakarta Timur, yakni Pasar Perumnas Klender. Mantan direktur utama PT Transit Jakarta ini tak pernah puas, masih punya obsesi lain.

“Ke depan saya berharap PD Pasar Jaya mampu menyamai mal-mal yang ada di Jakarta,” katanya kepada wartawan saat halal bihalal karyawan PD Pasar Jaya, pada Selasa lalu (7/5) di Jakarta.

Ia juga berharap, pasar jangan cuma melulu tempat orang  berdagang.

“Pasar juga harus siap berperan dalam menyongsong Jakarta Sebagai Kota Global,” ujarnya.

Caranya dengan mempertahankan keunikan budaya lokal, katanya. Menghadirkan pasar sebagai jendela bagi wisatawan lokal dan internasional untuk menikmati aktivitas keseharian warga Jakarta, yang kental dengan balutan adat dan tradisi setempat.

Meski Jakarta tidak lagi menjadi ibukota negara, kata Manager PD Pasar Jaya Agus Lamun, ia harus tetap dipercantik. Merevitalisasi dengan  memberi sentuhan lewat keindahan berbagai corak warna-warni.

“Melalui program pengecatan sejumlah pasar,”  ujar Agus

Tahun ini dicanangkan mengecat 36 (tiga puluuh enam) pasar. Tahun sebelumnya, yakni pada 2023, sudah dicat sebanyak 26 (dua puluh enam) pasar.

Secara keseluruhan, PD Pasar Jaya telah memiliki 151 (seratus lima puluh satu) pasar yang tersebar di berbagai tempat. Mereka dikelompokkan dalam tiga kategorisasi, yakni pertama disebut Potensi Pasar A atau maju, kedua, Potensi Pasar B (tumbuh), dan ketiga,  Potensi Pasar C (berkembang). 

Masing-masing berjumlah 17 (tujuh belas), 29 (dua puluh Sembilan) dan yang terbanyak adalah Potensi Pasar C sebanyak 105 (seratus lima) pasar.

“Jadi, di sini kami tak mengenal istilah pasar tradisional atau modern, tapi pasar potensi,” ujarnya.

Dia juga mengungkap bahwa PD Pasar Jaya sebagai salah satu BUMD ditugaskan memberi kontribusi kepada Pemprov DKI Jakarta, guna mengisi kas anggaran pendapatan daerah (APBD) DKI Jakarta.

Pada 2023 ini, PD Pasar Jaya berhasil menyumbang dividen sebanyak Rp 5.897.211.000,00 (lima miliar delapan ratus sembilan puluh tujuh juta dua ratus sebelas ribu rupiah). Dari laba bersih yang berhasil diraup, yakni  sebesar Rp 54.911.297.000,00 (lima puluh empat miliar Sembilan ratus sebelas juta dua ratus Sembilan puluh tujuh ribu rupiah. (Red/Aris Mohpian Pumuka)

Tinggalkan Balasan