Kapolri Ganjar Satrio Korban Begal Jadi Polisi

Spread the love

Jakarta, MED14– Kemalangan Satrio Mukhti, 18 tahun, korban begal motor di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berbuah manis. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengganjar casis (calon siswa) Bintara ini menjadi polisi. Dia akan masuk kuota disabilitas.

“Kapolri memberikan kuota khusus disabilitas,” kata Jenderal Sigit, pada Jumat (17/5/2024) di Jakarta.

Kapolri beri penghargaan masuk Polri untuk Casis Bintara korban begal.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa Kapolri menaruh perhatian terhadap peristiwa yang dialami Casis Satrio Mukhti. Dia ingin agar Satrio tetap melanjutkan langkahnya menuju cita-cita menjadi Polisi.

“Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami Casis tersebut. Selain itu, Bapak Kapolri pun bangga atas keberanian Casis tersebut melawan komplotan begal. Kami dengar casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti Rekrutmen,” kata Irjen Dedi Prasetyo.

“Sehingga Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada adik kita, Satrio Mukhti, diterima sebagai anggota Polri,” lanjut Irjen Dedi.

Alasan Kapolri beri penghargaan Casis Bintara korban begal di Jakbar masuk Polri.
Satrio Mukhti telah dua kali mengikuti tes Bintara Polri. Menurut dia, menjadi Polisi adalah cita-citanya sejak kecil.

“Dengan kejadian ini, jika mimpi saya harus terkubur saya ikhlas. Tapi kalau dengan kejadian ini saya bisa jadi anggota Polri, saya siap,” ujar Satrio saat ditemui detik.com di rumahnya di kawasan Tanjung Duren Utara, Grogol, Jakarta Barat, Rabu (15/5) lalu.

“Menjadi abdi negara itu kebanggaan dari kecil. Motivasi saya karena ini adalah salah satu cita-cita saya dari kecil,” kata Satrio.

Satrio mengungkap, pada awal kejadian, dia tengah berangkat untuk menjalani Psikotes rangkaian tes Bintara Polri di SMK Media Informatika Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dia berangkat pada 11 Mei pukul 04.00 WIB karena tes dilakukan pada pukul 05.00 WIB.

Pelaku membawa senjata tajam jenis golok langsung mengayunkan ke arah Satrio yang ditangkis oleh korban. Akibatnya, jari kelingking korban hampir putus.

“Kalau luka yang parah tangan, kaki juga cukup parah. Tulang kelingkingnya putus, tapi masih nyantel, pas operasi saya masih pegang jari saya,” ucap Satrio.

“Dengan kejadian yang dialaminya, Satrio berharap masih bisa mengikuti rangkaian tes Bintara Polri. Satrio mengaku telah dua kali mengikuti tes Bintara Polri. Menurut dia, menjadi Polisi adalah cita-citanya sejak kecil.

Pada kesempatan berbeda, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Sutrisno menuturkan korban telah menjalani operasi penyembungan jari. “Sudah, sudah dioperasi. Sudah disambung,” Katanya, Selasa (15/5). (Aris Mohpian Pumuka)

Tinggalkan Balasan