Polisi Bekuk Lima Orang Pelaku Begal

Spread the love

Jakarta, MED14 – Satu tewas dan dua pelaku pelaku begal lainnya kakinya dilumpuhkan oleh timah panas polisi. Jumlah keseluruhan tersangka yang berhasil ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya adalah sebanyak lima orang, yakni berinisial PN, AY, MS, C dan W.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Imam Yulisdiyanto mengatakan, satu pelaku yang ditembak hingga meregang nyawa, bernama PN, karena melakukan perlawanan saat ditangkap petugas.
“Pada saat menunjukkan TKP mereka melakukan perlawanan terhadap petugas. Satu orang harus meregang nyawa dilakukan tindakan tegas oleh Tim Jatanras,” kata Imam kepada wartawan di RS Polri, Kamis (16/5).
Sementara dua pelaku lainnya juga turut ditembak kakinya. “Yang ditembak mati adalah pelaku utama atas nama PN. Untuk pelaku utama ada tiga Yang dua atas nama AY dan MS ditembak di kaki karena berusaha lari saat ditangkap petugas,” ujarnya.
Dia katakan, komplotan begal tersebut sudah beraksi berulang kali. “Dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan sudah melakukan tindak pidana pembegalan ini sebanyak tiga kali,” ucapnya
Selain mengamankan 3 Pelaku Utama atas nama PN, AY, dan MS, Polisi juga menangkap C yang berperan menjual motor korban dan W sebagai penadah barang hasil curian.
Kemudian tersangka AY sebagai joki dan tersangka MS berperan untuk mengawasi lingkungan sekitar. “Perlu diketahui 4 dari 5 orang pelaku yg diamanin berasal dari Pandeglang, Banten,” ia menjelaskan
Diketahui bahwa peristiwa tersebut bermula ketika korban berangkat dari rumahnya di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat, dan hendak mengikuti tes Psikologi di SMK Media Informatika di Pasanggarahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (11/5) dini hari sekitar Pukul 04.00.
Saat perjalanan menuju ke lokasi, korban tiba-tiba dipepet oleh tiga orang yang menggunakan satu sepeda motor. Salah seorang pelaku bahkan membawa senjata tajam yang dibacokkan pada korban hingga mengakibatkan jari tangan korban putus.

Pelaku juga menggondol motor dan ponsel milik korban. Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

“Lima komplotan begal ini memiliki peran masing-masing, dari kapten hingga eksekutor yang membacok korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.
Mereka, ujar Ade, spesialis pelaku kejahatan kekerasan, spesialis pelaku 365. Tiga orang ini ada yang berperan sebagai joki, ada yang berperan sebagai kapten, dan ada yang berperan sebagai eksekutor.
Selain itu, lanjut Ade Ary, dua pelaku lainnya ditangkap lantaran diduga memasarkan dan membeli barang hasil jarahan dari casis bintara tersebut. “Kemudian yang dua orang lagi berperan memasarkan hasil curian motor dan handphone dan juga yang membeli barang hasil kejahatan,” tuturnya. (Aris Mohpian Pumuka)

Tinggalkan Balasan