Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Pria Terbungkus Sarung

Spread the love

Jakarta, MED14 – Teka-teki pelaku pembunuhan pria terbungkus sarung warna biru berinisial AH, terkuak sudah. Tim Gabungan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap 2 (dua) orang yang diduga sebagai pelakunya, yakni FA, 23 tahun tahun, dan N (24 tahun)
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku membuang mayat korban, yang dibungkus sarung warna, di lahan kosong di Perumahan Makadam di sekitar RT 04 RW 02, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten pada Jumat pekan lalu (10/5). Dua hari kemudian (12/5) tersangka berhasil dicokok polisi di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.
Kasubbdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly, mengungkapkan pembunuhan berencana tersebut. Tersangka FA merupakan aktor utama dalam pembunuhan itu. Ia yang membacok AH sebanyak 4 kali sampai meninggal dunia.
Awalnya jasad korban disimpan dalam karung goni. Setelah sampai di lahan kosong, tersangka kedua, berinisial N, setelah mengawasi situasi di TKP lalu mengeluarkan mayat AH dan dipindahkan ke dalam sarung kemudian dibuang.
Titus mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, memeriksa dua pelaku dan mengamankan beberapa barang bukti yang terkait dengan kasus tersebut.
“Pada saat penangkapan barang bukti yang kita amankan di antaranya satu bilah golok yang digunakan pelaku untuk membacok korban, satu buah sarung untuk membungkus korban saat dibuang, satu unit motor Yamaha Mio GT milik korban yang digunakan pelaku untuk membuang jasad korban serta rekaman CCTV disekitar TKP,” kata Titus dalam konferensi pers pada Selasa lalu (14/5) di Jakarta.
Dari hasil Penyidikan diketahui bahwa korban AH merupakan kakak sepupu dari pelaku FA. Motif tersangka tega menghabisi nyawa korban karena merasa sakit hati dan dendam atas prilaku korban yang kurang baik terhadap FA saat bekerja di warung rokok milik korban.
Saat ini kedua pelaku diamankan di Polda Metro Jaya untuk proses hukum lebih lanjut, kemudian para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 181 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Dia mengimbau kepada kepada masyarakat agar selalu bertutur kata dan berprilaku baik kepada orang lain. Karena pembunuhan dapat diakibatkan karena rasa sakit hati akibat kata-kata serta perlakuan yang kurang baik. (Aris Mohpian Pumuka).

Tinggalkan Balasan