Polres Tangsel Tangkap Produsen Tembakau Gorila

Spread the love

Tangerang Selatan, MED14 – Setelah berhasil mencokok produsen tembakau sintetis di Sentul, kepolisian berhasil mengembangkan penyelidikan hingga menahan tiga tersangka baru dan satu DPO (daftar pencarian orang).

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Tangerang Selatan berhasil mengungkap kasus narkotika jenis tembakau sintetis atau dikenal sebagai tembakau gorila, dengan mengamankan tiga (3) orang tersangka, satu (1) orang DPO serta total barang bukti 24 Kg tembakau sintetis.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, ditemukan juga tempat produksi narkotika disalah satu apartemen wilayah Serpong Kota Tangerang Selatan. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso dalam pesan tertulis, pada Jumat (17/5).

Dikatakan Ibnu, berawal pada hari Selasa bulan lalu (23/4) sekitar pukul 19.30 WIB, anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan mengamankan dua orang tersangka atas nama AF, 23 tahun, dan MA (20) dengan barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis berat ± 2 Kg. Yang mana tersangka AF mengakui bahwa barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis tersebut didapat dari daerah BSD- Serpong.

“Berdasarkan keterangan AF kemudian dilakukan penyelidikan,” Kata Ibnu.

Selanjutnya, kata dia, pada Selasa tanggal 14 Mei 2024 sekira pukul 01.30 WIB, Tim Sat Res Narkoba berhasil mengamankan tersangka MA yang membawa tembakau sintetis dengan berat brutto kurang lebih 1.6 Kg dan serbuk MDMA-4en-PINACA (ekstasi) warna hijau dengan berat bruto kurang lebih 6 gram.

Lebih lanjut dijelaskan, pada saat penggeledahan badan terhadap tersangka MA ditemukan kunci dari salah satu apartemen di wilayah Tangsel, kemudian saat dilakukan penggeledahan di apartemen tersebut didalamnya terdapat laboratorium atau tempat memasak atau memproduksi narkotika jenis sintetis dan juga ditemukan bahan baku, alat memasak dan bermacam-macam bahan kimia.

Sementara itu Kasat Resnarkoba AKP Bachtiar Noprianto menerangkan bahwa ketiga tersangka yang diamankan, merupakan jaringan Pulau Jawa dan Sumatera di mana produksi narkoba tersebut atas perintah D alias C (DPO)

“Jaringan ini adalah jaringan yang biasa memasarkan di wilayah Jakarta, Tangerang, Pulau jawa dan Pulau Sumatera” ujar Bachtiar menjawab pertanyaan media.

Dari keterangan tersangka MA, ujarnya, yang bersangkutan telah memproduksi dari bulan Desember 2023. Yang bersangkutan dibayar 15 juta dalam sekali produksi sebagai koki atau yang memasak.

Diakhir Konferensi Pers, Kapolres Tangsel menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi dan stop narkoba.

“Saya harapkan ke masyarakat agar menjauhi narkoba karena merusak generasi bangsa, kita sama sama menjaga dan sama sama kita stop dan anti narkoba” katanya.

Terhadap para tersangka, akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) subs 113 ayat (2) UU NO.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 6 (enam) tahun atau paling lama 20 (dua puluh) tahun. (Aris Mohpian Pumuka)

Tinggalkan Balasan