Gelar RUPS, PT. Lionmesh Tbk Targetkan Peningkatan Laba di Tahun Depan

Spread the love

Jakarta, MED14 – Produksi baja di Tiongkok pada tahun 2023 merosot sebesar 15%. Hal ini sejalan dengar menurunnya marjin bagi produsen baja karena hambatan makroekonomi dan buruknya permintaan konsumen terhadap konstruksi padat baja.

Meskipun prospek permintaan baja global ke depan masih belum kondusif dan dapat berlangsung hingga ketidakpastian dunia terselesaikan, pergerakan harga baja khususnya harga wire rod cukup fluktuatif.

Pasar domestik di sektor properti dan industri bahan-bahan bangunan pada tahun 2023 masih dalam kondisi yang menantang sehingga proses pemulihannya berjalan dengan lambat. Hal ini mengakibatkan harga baja di pasaran lokal tidak dapat mengikuti tren harga baja global.

Rendahnya permintaan baja global telah melemahkan kondisi pasar baja domestik, termasuk permintaan akan produk wire mesh. Hal ini memicu persaingan dagang yang kurang sehat antar produsen wire mesh. Bahkan untuk mendapatkan harga jual produk yang murah, beberapa produsen menggunakan bahan baku yang dihasilkan melalui proses tungku induksi (induction furnace) yang harganya jauh lebih murah. 

Perusahaan baja dalam negeri yang ikut terdampak adalah PT. Lionmesh Tbk sebagaimana disampaikan oleh Dewan direksi perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 yang dilaksanakan padapada Selasa (25/06/2024) di Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. 

Hal ini tampak dalam perolehan usaha perseroan selama tahun buku 2023 hingga Maret 2024 dimana perseroan mencatat perolehan dari penjualan bersih sebesar Rp. 20,35 Milliar, dengan Laba Kotor Rp. 1,25 Milliar dan kerugian selama Tahun Berjalan sebesar Rp. 422 Juta menjadikan Total Aset  perseroan berada pada kisaran Rp. 125,18 Milliar dengan Total Liabiltas  Rp. 20,87 Milliar dan Total Ekuitas  Rp. 104,31 Milliar. 

Untuk mengatasi berbagai kendala yang menimbulkan penurunan omzet perseroan, keputusan rapat kali ini juga mengamanatkan beberapa kebijakan strategi utama Perseroan pada tahun 2024 yaitu antara lain berkomitmen teguh untuk menghadapi setiap tantangan di sektor baja dan konstruksi dengan penuh kewaspadaan, serta memanfaatkan setiap peluang dan menjaga stabilitas operasional perseroan.

Kebijakan straregis Perseroan pada tahun 2024 juga berfokus pada peningkatan efisiensi operasioal, peningkatan berkelanjutan dalam kualitas produk, mengupayakan peningkatan margin penjualan, keberlanjutan keuangan, dan pengelolaan piutang. 

Penjualan akan lebih fokus ke sektor dan pengguna akhir di sektor infrastruktur. Perseroan dengan cermat memantau dan memastikan likuiditas keuangan perusahaan tetap stabil. Selain itu, Perseroan hati-hati mengelola tingkat penyimpanan inventaris dan menunda belanja modal. Adapun pemantauan berkelanjutan terhadap strategi-strategi ini sangat penting bagi kinerja keberlanjutan Perseroan.

RUPS Tahunan Tahun Buku 2023, yang baru selesai diadakan tadi pagi, antara lain memutuskan: Susunan anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi Perseroan untuk masa 3 tahun adalah berikut:

Dewan Komisaris:

·Jusup Sutrisno sebagai Komisaris Utama

.Yulianto sebagai Komisaris

·Kalistus Decimus Deke Making SE. Ak. CPAI : sebagai Komisaris Independen

Sementara itu, pada komposisi Direksi, dijabat oleh ; Tjoe Tjoe Peng (Lawer Supendi) sebagai Direktur Utama, Ir. Pujianto Setiadi MBA sebagai Direktur dan Tjhai Tjhin Kiat  sebagai Direktur perseroan (adm/DAS) 

Tinggalkan Balasan